Senin, 17 Juni 2013

Unsur instrinsik dan ekstrinsik novel indonesia "PERAHU KERTAS" & unsur instrinsik dan ekstrinsik novel terjemah "YOGI BEAR" , Serta perbandingan nilai budayanya.



NOVEL INDONESIA “PERAHU KERTAS”

A.    Unsur instrisik :
1.      Tema : Persahabatan
2.      Tokoh : Keenan, Kugy,Eko, Noni, dan wanda
3.      Penokohan : Keenan
            -Watak : Cuek,tekun
            -Bukti : kenaan sangat tekun menekuni profesinya sebagai pelukis (langsung)
Walaupun ia telah mengetahui jelas perasaannya terhadap kugy, tapi ia tetap pura-pura tidak perduli terhadap perasaannya. (tidak langsung)

Penokohan : Kugy
            -Watak : unik, ceria
            -Bukti : kugy adalah cewek yang unik dan berbeda di bandingkan cewek yang lain (langsung)
                        Ia selalu terlihat ceria dan menyenangkan di depan sahabatnya. (tidak langsung)

Penokohan : Noni
            -Watak : rajin, disiplin
            -Bukti : noni adalah cewek yang tepat waktu dan gak suka nunda-nunda waktu (langsung)

Penokohan : eko
            -Watak : penyayang
            -Bukti : eko selalu perhatian kepada sahabatnya. (tidak langsung)

Penokohan : wanda
            -Watak : penyayang dan perhatian
            -Bukti :  selalu memperhatikan keenan (tidak langsung)

4.      Latar tempat : kampus,rumah,warung makan
Latar waktu : siang,sore,malam
Latar keadaan/suasana : bahagia,sedih
5.      Alur : maju mundur, artinya dalam cerita terjadi flashback ke masa lalu dan masa depan
6.      Sudut pandang : orang ketiga tunggal
7.      Gaya bahasa : mengandung majas personifikasi yaitu “perahu itu bagaikan bertanya-tanya padaku”.
8.      Amanat : selalulah menerapkan sikap sabar dan tabah. Karena jodoh dan sahabat takkan lari kemana.


B.      Unsur Ekstrinsik :
1.      Ekonomi : kenaan hidup di keluarga yang kaya atau berkecukupan
2.      Sosial : memiliki banyak teman dan saling membantu dengan teman-temannya
3.      Religius : ketika kenaan mendoakan orang tuanya yang sedang sakit
4.      Moral : saling menghargai, tolong-menolong dan rasa saling menghormati antar tokoh.


NOVEL TERJEMAHAN “YOGI BEAR”


A.    Unsur instrinsik :
1.      Tema : Persahabatan
2.      Tokoh : Yogi, boo boo, rachel, wali kota Brown.
3.      Penokohan : Yogi
      -Watak : baik hati,ceroboh
      -Bukti : yaitu salah satu kutipan dalam novel ini yang mengatakan “Yogi adalah beruang                   yang ceroboh, tapi sangat baik dan selalu berusaha untuk mencoba berguna dan       bermanfaat untuk banyak orang.”

Penokohan : boo boo
      -Watak : sabar,tegas,penyayang
-Bukti : yaitu salah satu kutipan dalam novel ini yang mengatakan “boo boo juga sangat menyayanginya,walaupun yogi kadang kala bertingkah ceroboh dan membuat boo boo marah tetapi boo boo tetap menyayanginya ,tetapi lama-kelamaan tingkah laku yogi yang selalu berbuat salah dan banyak merugikan boo boo membuatnya resah dan bosan selalu mengingatkan yogi untuk tidak berbuat ceroboh lagi.”

Penokohan : wali kota brown
     -Watak : jahat,licik
     -Bukti : selalu berusaha untuk merusak hutan dan merebut habitat asli yogi si beruang . (tidak langsung).

Penokohan : rachel
     -Watak : baik,penyayang,penolong.
     -Bukti : Rachel menyayangi sahabatnya yogi dan booboo ,serta membantu yogi dan boobooo untuk mempertahankan hutan. (tidak langsung).

4.      Latar tempat : hutan,rumah
Latar waktu : pagi,siang,malam
Latar keadaan/suasana : bahagia,sedih,mengharukan
5.      Alur : maju
6.      Sudut pandang : orang ketiga
7.      Gaya bahasa : majas personifikasi “menganggap beruang sebagai manusia yang bisa berbicara”
8.      Amanat : penyesalan selalu datang terlambat, maka bersikaplah sebagai mana mestinya dan bersikap berhati-hati.


B.     Unsur Ekstrinsik :
1.      Ekonomi : Yogi dan Alex hidup di keluarga/lingkungan yang sangat sederhana dan bisa pula di katakan pas-pasan.
2.      Budaya : apabila bertemu dengan orang lain ,selalu saling menyapa dan tersenyum (ramah).
3.      Moral : pengajaran kepada setiap orang untuk bersikap hati-hati dan berpikir kedepan setiap ingin melakukan sesuatu.

PERBANDINGAN NILAI KEBUDAYAAN ANTARA NOVEL INDONESIA DAN NOVEL TERJEMAH
                        Kedua novel di atas memang memiliki tema yang sama dan mirip. Tetapi setelah saya menganalisis perbandingan nilai kebudayaan antara novel Indonesia dengan novel terjemah. Dan menurut saya, nilai kebudayaan
1.      Novel Indonesia : kalau novel Indonesia,dalam cerita “PERAHU KERTAS”ini memiliki nilai kebudayaan yang sopan dan sangat formal menurut saya. Sehingga ceritanya itu cenderung lebih kaku saat pemain satu berbicara dengan pemain lainnya.
2.      Novel terjemah : kalau novel terjemah,dalam cerita “YOGI BEAR”ini memiliki nilai kebudayaan yang agak bebas dan semaunya saja sesuai dengan apa yang dia sukai atau inginkan. Sehingga terlihat lebih luwes atau bebas, dan tidak kaku serta ceritanya ini seperti nyata dan sangat apa adanya. Dan ceritanya ada pula unsur lucu,menarik,dan tidak membosankan.
Novel terjemahan kebanyakan menggunakan kata-kata yang tidak pas dengan maksud/makna dari penulisnya. Jadi misalnya ada kata-kata seperti ini, "I'm tired to see you", dan diterjemahkan menjadi "Aku capek melihat kamu." itu kurang pas, karena maksud dari penulisnya itu "saya malas melihat kamu".



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar